Jangan Jadi Pengendara yang Nyebelin!

cr


Halo!

Ihihi, ini judulnya apa banget ya lol. Tapi, serius, perkara berkendara ini pentiiiiing sekali, soalnya menyangkut hajat hidup orang banyak di jalanan. Kenyataannya, banyak sekali kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat keteledoran satu dua orang di jalanan, yang akibatnya fatal, bahkan sampai kematian.




Nah, sebagi salah satu dari jutaan pengguna jalan di Indonesia yang hampir setiap hari menggunakan kendaraan pribadi, saya sering sekali menemukan begitu banyak hal-hal yang menyebalkan yang terjadi di jalanan, dan tentu saja, pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah para pengendara itu sendiri. Kadang ya saya sampai mengelus dada D.O Oppa sendiri saking sakit hatinya sama kelakuan luar biasa orang-orang yang berkendara ini.

Sini, Dek, duduk sebelah Oppa biar adem! >.<


1. Buang sampah sembarangan

Ini hal yang menyebalkan sekali. Buang sampah sembarangan jadi hal yang oke-oke saja rupanya di jalanan, baik yang berkendara dengan angkutan umum, roda dua, bahkan mobil pribadi mewah yang kinclongnya kebangetan sampai-sampai saya bisa ngaca loh di sana what the.  Maksud saya, come on, apa ndak bisa disimpan dulu sampahnya di tas sendiri dan kemudian dibuang di tempat sampah ketika turun nanti? Atau kalau memang lagi nyetir motor, saya pun setiap hari bawa motor, dan sebagai perempuan yang peduli dengan hati lelaki bakal calon imam keadaan perut, saya juga sering loh ngemil sambil nyetir. Paling sering ngemil permen karet atau bahkan cokelat susu yang sampahnya ndak besar-besar amat, tapi, saya selalu mengusahakan untuk membuang sampah di tas yang sedang saya cangklong, atau di space sisi kanan-kiri  motor saya (atuhlah ngeti kan? Hihi, itu loh ruang di sisi kanan-kiri motor tipe matic). Sampai di rumah, barulah saya buang ke tempat sampah. Sungguh, ini bukan pencitraan, tapi ini sudah bagian dari kebiasaan yang kalau saya langgar, saya bakal merasa risih sendiri.

Yang paling saya heran, yang naik mobil pribadi ini. Mobil dengan harga atau cicilan jutaan rupiah, sanggup untuk ditunaikan, beli tempat sampah mungil yang harganya ndak sampai ratusan ribu buat disimpan di dalam mobil, ndak mampu. Maaf kata ini ya, maaf, tapi kok ya kemampuan finansial tidak sejalan dengan pemahaman etika. *BOOOOOM

2. Melanggar rambu lalu lintas

Paling malas ketemu dengan pendendara tipe beginian di jalanan. Contoh paling menyakitkan adalah, menerobos lampu merah. Ayolah, rambu-rambu tersebut dibuat kan untuk keselamatan kita juga. Pernah, sekali waktu, sedang lampu merah di perempatan jalan besar, ada mobil dengan kecepatan lumayan laju menerobos, nyaris hampir baku tabrak dengan kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Mau tahu reaksi si bapak-bapak pengemudi mobil tersebut? Bapak yang memakai seragam aparat ehm itu? Dia misuh-misuh. Segala rupa penghuni kebun binatang keluar dari mulutnya. Nah loh, yang salah di sini siapa? Geram sekali sama pengendara model begini. :/

Ada lagi yang seenak jidat dan rodanya, langsung belok kiri saat lampu merah, padahal jelas-jelas ada notifikasi di belokan tersebut kalau dilarang belok kiri langsung saat lampu merah. Lagi-lagi, saat nyaris saja kecelakaan, si orang itu yang duluan mengeluarkan sumpah serapah dan makian yang bikin hati perih mendengarkannya. Dih, apose kokondao.

3. Tidak memberi sign dan menikung dari sebelah kiri

Damn! Bukan cuma ditikung gebetan yang bikin sakit hati Soal ditikung dijalan ini juga jadi hal yang super menyebalkan. Atuhlah kalau nikungnya dari arah sebelah kanan yang otomatis akan mudah dideteksi dari kaca spion kita, ini malah menikung dari arah kiri, sementara kita bawa kendaraannya sedang dalam kecepatan santai yang tidak pelan, tapi tidak terburu-buru juga. Menyebalkan sekali, giliran kendaraannya nyaris diserempet, dia duluan yang maki-maki ke sini. Screw you!

Masalah kasih sign juga super menyebalkan. Beloknya ke mana, ngasih tandanya ke mana, ini jadi sangat-sangat menyebalkan, serupa diberi harapan palsu, Mak. Kebanyakan kecelakaan terjadi karena perkara lupa memberi tanda atau salah memberi tanda, dan ndak bisa dianggap remeh, karena banyak kecelakaan maut juga terjadi karena perkara begini.


4. Tidak sabaran

Saat lampu merah baru sedetik saja berganti ke lampu hijau, deretan suara klakson yang memekakkan telinga berbunyi seantero jalanan. Mengalami ini? Welkam to endonesyah! Ndak sabaran sekali, baru juga kita baru mau maju ke depan, malah sudah diomeli dengan suara klakson yang membahana. Please, yang buru-buru bukan cuma kalian, Mas-mas dan Mbak-mbak cantik pengendara mobil dan motor mewah!!!

5. Main gadget

Huehuehuehue, siapa yang ndak sebal sama pengendara-pengendara yang sibuk sama perangkat selular dan gawai-gawai pintarnya. Mau yang pakai mobil, motor, naga terbang, semuanya sibuk main gadget. Iya, iya, tahu kok semuanya pada sibuk, tahu kok harus update di media sosial, tahu kok kalau harus check in di Path dulu, tapi ya ndak di atas kendaraan jugaaaaak. *krai

Asik-asik main gawai, asik-asik usap layar, tahu-tahunya kendaraan udah kejedot di kendaraan lain atau bahkan roda sebelah sudah masuk di got. Kalau sudah begitu, mau menyalahkan apa? Teman SD saya? Ndak kan? Ntar-ntarlah main gadgetnya.

6. Tidak pakai helm atau safety belt

Ini sebenarnya urusan pribadi, urusan sayang nyawa sendiri atau ndak. Ehm, begini, perangkat keamanan ini diciptakan untuk keamanan kita loh, ya. Sedih juga lihat keadaan yang fakta banget, kalau ternyata orang di Indonesia itu perhatian soal beginian dianggap sangat sepele. Urusan begini hanya dikaitkan dengan soal tilang-menilang. Pakai helm hanya karena takut ditilang, pakai safety belt hanya karena takut diperkara hukumkan. Memang, maut itu sudah ada yang atur, tapi, atuhlah sayang diri sedikit. Apalagi yang sedang bonceng anak kecil atau muat anak kecil di mobilnya, dan dibiarkan begitu saja tanpa perangkat keamanan. :((

Saya sering sekali ditegur saat buru-buru pakai helm walau cuma buat beli gula di minimarket yang jaraknya hanya selemparan batu dari rumah, katanya aduh buat apasih gaya saja pakai helm. Dan yang ngomong begini bukan bapak ibuk saya, tapi tetangga ibuk-ibuk sebelah rumah yang kepo soal orang lain, sementara urusan anaknya sendiri masih kacau ampun-ampunan. PHEWWW.


Tulisan ini juga peringatan serta teguran untuk diri saya, yang mungkin saja akan lupa atau lalai di jalanan, tapi setidaknya, saya sedang berusaha sangat keras untuk menjadi pengendara dan penggunan jalanan yang baik, toh, kebaikannya bukan cuma buat saya pribadi, tapi juga untuk kebaikan banyak orang.

Ada tambahan ndak soal pengendara-pengendara nyebelin ini? Yuk ah coret-coret di bawah! ;)

See you next post! ^_^

Comments

  1. memang banyak pengendara nyebelin , palagi ibu-ibu , paling nyebelin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, Mbak Tira. Ihihi, ndak semua juga loh mbak ibu-ibu pengendara itu nyebelin. Hihi, semoga kita bisa pengendara yang baik dan taat, ya. :)

      Delete
  2. Hahahahhaha banyak banget yang kaya gt.... Wokelah semoga kita gak jd pengendara yang nyebelin yah... Kalau perlu jd pengendara yanh murah senyum hiaaaaaaaa jd kalau mau ada yg nabrak senyumin ajaaaa ntr gak kd nabrak #lohmalahnglantur heheheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, Mbak Jannah. Haha, iya, ya, jadi kalau lagi nyetir motor pakai helm nutup wajah dan masker, haruslah buru-buru dibuka tiap papasan wajah sama orang, biar jadi pengendara yang murah senyum. Hihi. Terima kasih sudah berkunjung, Mbak. :)

      Delete
  3. iyak pasti ketemu sm yg model begitu. biasanya kalau ktmu yg model gt, aku milih ngeduluin atau mundur aja. bikin bahaya soalnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Inda. Saya pun demikian. Terima kasih sudah mempir. :)

      Delete
  4. setuja banget nih ama tulisan ini. poin-poin tulisannya merupakan keresahan yang ane rasakan sebagai warga Indonesia hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, halo, Bang Idham. Iya, kan? Keresahan-keresahan yang harus ditulis, biar ndak bikin sesak. :D

      Delete

Post a Comment

Popular Posts